Penyalahgunaan narkotika di lingkungan kerja bukan sekadar masalah hukum, tetapi juga ancaman serius terhadap keselamatan dan produktivitas. Data dari Badan Narkotika Nasional (BNN) menunjukkan bahwa kelompok usia produktif 15-64 tahun menjadi segmen paling rentan terhadap penyalahgunaan narkoba. Di sektor industri berisiko tinggi seperti manufaktur, konstruksi, dan pertambangan, karyawan yang bekerja di bawah pengaruh zat terlarang dapat menyebabkan kecelakaan fatal yang membahayakan diri sendiri maupun rekan kerja.
Tes narkotika berkala berfungsi sebagai langkah preventif sekaligus deteksi dini. Dengan melakukan pemeriksaan rutin, perusahaan dapat mengidentifikasi karyawan yang membutuhkan bantuan rehabilitasi sebelum masalah berkembang lebih serius. Selain itu, keberadaan program tes narkotika yang konsisten terbukti memberikan efek jera dan menurunkan angka penyalahgunaan di lingkungan kerja secara signifikan.
Bagi perusahaan, investasi pada program tes narkotika berkala juga melindungi dari risiko hukum dan reputasi. Kasus kecelakaan kerja yang melibatkan karyawan positif narkoba dapat berujung pada tuntutan hukum, klaim asuransi yang ditolak, hingga pencabutan izin operasional. Pencegahan selalu lebih baik dan lebih murah daripada penanganan krisis.